Tradisi Unik Suku Madura yang Masih Dilestarikan

Sebagai sebuah negara kepulauan, berada di Indonesia sendiri tentunya sebuah negara yang  terdiri dari berbagai macam suku. Suku-suku ini ini yang semuanya memang sudah ada sejak zaman dahulu dan juga menjadi sebuah suku yang sebagian besar masih mempertahankan semua ciri khas dari sukunya. Salah satu suku  unik yang ada di Indonesia adalah suku Madura. Suku madura sendiri yang dimana adalah suku yang merupakan suku yang menghuni dan berada di wilayah Madura, tepatnya di Jawa Timur dan juga masih ada hingga saat ini. Suku ini sendiri memiliki berbagai macam tradisi yang sangat unik yang dimana beberapa tradisi unik dan juga kebiasaan tersebut keberadaanya masih sangat lestari.

Tradisi Unik Suku Madura 

Tradisi unik ini yang dimana juga merupakan sebuah tradisi yang seringkali menjadi sebuah daya tarik para wisatawan saat mereka akan berkunjung ke Madura. Tradisi ini sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi yang merupakan kebudayaan daftar sbobet88 dan juga menjadi sebuah warisan dari para pendahulu yang berasal dari Suku Madura. Selain itu, tradisi Suku Madura sendiri yang dimana juga sebagian yang sudah melekat di  dalam kehidupan masyarakat Madura seakan menjadi salah satu kebiasan atau juga menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Memang sudah seharusnya, sebagai seorang generasi penerus harus tetap siap dan  menjaga kelestarian tentang tradisi warisan leluhur yang beberapa di antaranya begitu unik. Berikut ini akan dibahas beberapa tradisi unik dari Suku Madura yang keberadaanya sendiri masih lestari hingga saat ini. 

Tradisi Karapan Sapi

Karapan Sapi sendiri yang dimana adalah sebuah tradisi masyarakat Madura yang biasanya akan digelar pada setiap tahun dan juga pada bulan Agustus atau juga pada bulan September, dan biasanya terdiri atau juga akan dilombakan pada final di akhir bulan yang biasanya akan dilakukan pada bulan September dan juga Oktober. Dalam tradisi ini dimana Karapan Sapi ini, adalah sebuah tradisi yang dimana terdapat seorang joki dan juga 2 ekor sapi yang nantinya akan saling beradu kecepatan berlari untuk sampai ke pada garis finis. Joki tersebut yang dimana semuanya berdiri di atas kereta kayu dan juga mengendalikan sebuah arah dari lari sapi. Panjang lintasan karapan sapi sendiri yang dimana kurang lebih  yaitu 100 meter dan juga berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai dengan 1 menit.

Toktok, Aduan Sapi Ala Masalembu

Tradisi Tok Tok sendiri yang dimana adalah sebuah kompetisi tentang  aduan sapi yang dimana dalam tradisi ini sendiri biasanya akan saling seruduk antara dua sapi yang biasanya akan saling berhadapan. Sapi yang diadu yang dimana  biasanya adalah sapi jantan. Kedua sapi  yang dimana nantinya akan beradu sebuah kekuatan hingga salah satu dari sapi kalah, menyerah, dan juga  bahkan lari dari hadapan lawannya.

Aduan Tok Tok ini sendiri biasanya harus didampingi oleh orang yang dimana sudah ahli dalam acara ini. Tidak sembarang orang  yang dimana juga bisa menjadi seorang wasit Tok Tok, jika bukan seorang ahlinya, dapat menambah sebuah resiko dan juga dapat menjadi salah satu hal yang sangat membahayakan orang disekitar yang dimana nantinya bahkan akan berakibat fatal.

Upacara Rokat atau Petik Laut

Tradisi Rokat atau juga petik laut juga yang dimana biasanya sering disebut juga dengan Rokat Tase. Tradisi ini sendiri adalah sebuah tradisi yang merupakan sebuah ungkapan dari sebuah rasa syukur atas juga karunia serta juga nikmat yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, tradisi ini juga yang dimana menjadi salah satu tradisi yang dipercaya dapat memberikan sebuah keselamatan serta juga sebuah kelancaran rezeki.

Tradisi Rokat, yang dimana biasanya juga adalah sebuah tradisi yang akan dimulai dengan sebuah acara pembacaan pada saat istighosah dan  juga pada saat tahlil bersama masyarakat yang dimana biasanya akan dipimpin oleh para pemuka agama setempat. Setelah itu, dimana nantinya masyarakat yang nantinya beberapa akan menghanyutkan sesaji ke laut sebagai salah satu cara yang akan dapat ungkapan sebuah  rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi dari sesaji itu sendiri yang dimana adalah sebuah ketan-ketan yang berwarna-warni, tumpeng, ikan, dan juga lain sebagainya.

Upacara Nadar

Tradisi adat Nadar alias juga Nyadar ini yang dimana salah satu tradisi yang juga merupakan sebuah upacara adat yang dimana biasanya akan diberi sebuah gelar tiga kali yang ada pada setiap tahun yaitu oleh warga Desa Pinggir Papas, yang ada di Kecamatan Kalianget, Madura. Tradisi ini sendiri adalah sebuah tradisi yang biasanya akan berlangsung dengan cara yang meriah dan juga nantinya tradisi ini sendiri adalah sebuah tradisi yang  menyimpan banyak cerita tentang leluhur warga setempat. Upacara ini sendiri yang dimana biasanya akan dilaksanakan pada pukul 4 sore.

Masyarakat setempat yang dimana nantinya juga akan datang berduyun-duyun untuk dapat menuju makam di mana leluhurnya  yang ada dikuburkan dengan cara membawa perlengkapan tentang upacara. Upacara ini sendiri yang dimana juga menjadi salah satu yang juga akan diisi dengan berbagai macam kegiatan yang ada mulai dari upacara tabur bunga yang akan dilakukan di makam leluhur hingga juga dengan proses pembacaan doa yang biasanya akan dipimpin oleh pemuka adat.

Pada malam harinya, yang dimana peserta upacara akan diwajibkan untuk dapat menginap di sekitar makam baik dengan cara mendirikan tenda-tenda maupun juga dengan cara  menginap di rumah warga yang memang ada dan juga  berada di sekitar makam. Peserta yang nantinya juga akan memasak berbagai jenis makanan yang nantinya juga akan dibutuhkan untuk melaksanakan upacara selamatan pada esok harinya. Makanan yang nantinya akan dimasak biasanya adalah beberapa masakan yang akan berupa nasi, lauk ayam, telur, dan juga ikan bandeng. Setelah upacara nantinya selesai, sisa makanan yang dimana nantinya akan dapat dibawa pulang dan juga akan dibagikan kepada kerabat yang memang  tidak mampu atau yang tidak bisa hadir saat upacara.

Ritual Ojung

Ritual Ojung sendiri yang dimana merupakan sebuah sejenis permainan yang juga melibatkan dua orang dari laki-laki untuk dapat beradu fisik dengan cara yang dilengkapi media rotan  panjangnya yaitu sekitar 1 meter sebagai sebuah alat yang digunakan untuk pemukul. Ritual ini sendiri adalah sebuah ritual yang dimana biasanya akan diselenggarakan untuk memohon hujan dan juga  agar nantinya terhindar dari sebuah malapetaka akibat sebuah kekeringan pada musim kemarau. Ritual ojung ini sendiri yang dimana adalah sebuah ritual yang biasanya akan diiringi dengan musik, yang akan terdiri dari akar pohon siwalamn yang anantinya akan di lubangi di tengahnhya, hinhgga mengeluarkan seperti bas.

Itulah beberapa keunikan dari tradisi yang ada di suku Madura. Beberapa tradisi yang sangat unik tersebut tentunya menjadi sebuah kebiasaan dan keunikan yang hingga sekarang ini masih dijaga dan juga dilestarikan.