Mengenal Tradisi Unik & Ekstrim Asal Indonesia

Di setiap negara pastinya mempunyai banyak tradisi unik , sam halnya juga dengan indonesia, indonesia sendiri yang terdiri dari banyaknya tradisi sebagai suatu identitas dan kebudayaan wilayah tersebut. Tidak terkecuali juga dan berbagai macam tradisi suku menjadikan indonesia sendiri kaya dengan berbagai macam kebudayan dan juga kesenian. Mulai dari kesenian yang unik sampai dengan kesenian yang ekstrim biasa kita temui di indonesia. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali keanekaragaman dalam berbagai macam bentuk dan juga budaya yang unik paling banyak yang ada di dunia.

Tradisi Ekstrim di Indonesia 

Setiap budaya memiliki sebuah tradisi yang berbeda-beda sesuai dengan adat istiadat dan juga keyakinan masing-masing. Berikut ini akan dibahas beberapa macam tradisi unik dan ekstrim yang ada di indonesia yang sudah kami rangkum dari berbagai macam sumber :

Tradisi Debus


Tradisi Debus sendiri merupakan sebuah tradisi yang sangat terkenal di daerah Banten, Jawa Barat. Debus sendiri sering menjadi sebagai salah stau ajang pertunjukkan bagi masyarakat di Banten. Tradisi ini juga terbilang menjadi salah satu tradisi yang cukup ekstrim, tetapi tradisi ini memiliki keunikan situs sbobet88 di dalamnya. Adapun juga sebuah pertunjukkan Debus, yaitu dimana setiap anggotanya akan melakukan beberapa adegan seperti halnya menusuk perut dengan menggunakan tombak, menyayat bagian anggota tubuh menggunakan golok, atau memakan api, memasukkan jarum dan juga kawat ke dalam lidah, kulit pipi serta anggota tubuh lainnya hingga sampai tembus namun hal tersebut tanpa mengeluarkan tetes darah. Usut punya usut, tradisi Debus sendiri merupakan salah satu bentuk keberanian pada saat itu sebagai bentuk untuk melawan penjajah.

Tradisi Potong Jari

Tradisi yang memang sangat terdengar ekstrem di telinga masyarakat ini berasal dari wilayah Papua, tepatnya yang melakukan tradisi ini adalah Suku Dani. Tradisi potong jari ini yang disebut juga dengan tradisi ‘Ikipalin’ sebagai salah satu tradisi untuk menunjukkan sebuah rasa kesedihan karena sudah ditinggal oleh salah satu anggota keluarganya. Maka salah satu keluarga nantinya harus memotong jari mereka bila ada keluarga yang meninggal. Menurut sebuah kepercayaan pada Suku Dani, jari sendiri memiliki arti yang mendalam dan juga sebagai disimbolkan bentuk keturunan, kebersatuan, dan juga sebuah kekuatan baik dalam diri manusia maupun juga sebagai keluarga.

Tradisi Pukul Sapu

Baku Pukul atau biasanya di disebut oleh masyarakat sana Pukul Manyapu merupakan sebuah tradisi unik dan juga cukup ekstrim yang berasal dari wilayah Maluku Tengah. Tradisi ini juga biasanya akan dipentaskan di Desa Mamala dan juga Desa Morella, di daerah Maluku Tengah. Pertunjukkan dari tradisi Pukul Sapu digelar pada setiap hari ke-7 pada bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi Pukul Sapu ini juga biasanya dilakukan oleh para anggota desa yang nantinya akan saling memukul menggunakan sebuah sapu lidi, sebagai alat utama nantinya para anggota tersebut berdarah. Uniknya, dari tradisi Pukul Sapu ini yaitu nantinya akan membuat suasana menjadi lebih akrab setelah melakukan atraksi tersebut. Filosofi yang dilakukan dalam sebuah tradisi Pukul Sapu, adalah mereka yakini sebagai salah satu pengingat Pasukan Telukabessy yang pada saat itu berperang untuk mempertahankan Benteng Kapaha pada saat penjajah mendatangi dan menyerang.

Tau-tau Sulawesi

Kembali ke Tana Toraja kali ini kita akan bahas mengenai sebuah ritual pemakaman di wilayah mereka yang unik. Berbeda dari pada suku lain pada umumnya, masyarakat yang tinggal di Tana Toraja akan memakamkan jenazah di dalam gua ataupun pepohonan, lalu nantinya akan menempatkan sebuah ukiran kayu kecil yang bentuknya akan sama seperti bentuk wajah almarhum yang nantinya ukiran tersebut akan diletakkan di tempat mereka dimakamkan. Uniknya,dalam tradisi pemakaman Tana Toraja ini sendiri adalah dibagi dalam beberapa kategori dimana hal tersebut berdasarkan dengan tingkat kekayaan sang almarhum. Mereka yang biasanya berduit tebal atau datang dari sebuah keluarga terhormat nantinya akan ditempatkan di lokasi yang bagus hingga juga nantinya akan dirayakan dengan sebuah pesta yang mewah, sedangkan untuk masyarakat biasa yang miskin biasanya akan dikubur di pepohonan tanpa dilakukanya sebuah perayaan apapun.

Bantengan, Banyuwangi

Di beberapa kota yang ada Jawa Timur, sendiri ada sebuah upacara adat yang disebut dengan nama upacara Bantengan atau disebut juga dengan nama upacara Kebo-Keboan. Merupakan sebuah ritual yang biasanya akan dilakukan oleh para petani sebagai salah satu bentuk syukur mereka pada peliharaan banteng dan juga rasa syukur atas tanah hasil ladang selama setahun ke belakang. Uniknya, nanti dalam tardsi ini para petani tersebut akan ‘menjelma’ sebagai seekor kerbau dan nantinya akan berjalan mengelilingi kampung. Percaya atau tidak, konon dalam tradisi ini mereka dirasuki roh sehingga nantinya akan kehilangan kesadaran dan benar-benar kalap sama seperti seekor kerbau asli.

Tongkat Madura

Di Madura sendiri ada sebuah obat tradisional yang disebut dengan tongkat Ajimat yang dipercaya oleh masyarakat sana bisa digunakan untuk mengencangkan bagian pribadi wanita dan juga mengembalikan keperawanannya. Yang uniknya adalah, dalam cara penggunaannya adalah dengan memasukkan sebuah tongkat yang berukuran sama sebesar alat vital pria itu nantinya ke dalam V dan para wanita nantinya di haruskan mendiamkannya selama 2 menit di dalamnya. Meskipun hal ini terdengar sangat aneh sekali, namun masyarakat Madura sendiri sangat percaya dengan tradisi tersebut dan sangat manjur dan hingga bahkan kini bisnis jual beli tongkat tersebut terus laku keras. Untuk ukuran panjang tongkatnya sendiri sekitar 12 cm dan katanya memasukkan benda tersebut ke dalam V di lakukan sangat aman dan higienis. Bagaimana kalian percaya?

Perang Pandan Mekare-kare

Di daerah Bali sendiri khususnya di desa Bali Aga terdapat sebua tradisi unik berbentuk upacara adat yang merupakan salah satu bagian dari upacara Sasih Sembah. Sasih Sembah sendiri adakah upacara adat yang dimana nantinya berapa perang dengan menggunakan sebuah daun pandan yang nantinya akan digunakan sebagai senjata dan rotan nantinya akan digunakan sebagai tamen bg dalam upacara tersebut. Nantinya setiap pemain tersebut akan bertarung dan akan saling memukul secara bergantian. Tradisi ini juga merupakan salah satu tradisi yang digunakan sebagai salah satu tardi bentuk rasa syukur dan juga pemujaan masyarakat kepada sang Dewa Indra sang dewa perang. Karena itulah, masyarakat yang nantinya akan melakukan tradisi tersebut akan melakukannya perang pandan tanpa rasa dendam.

Passiliran, Ketika Batang Pohon Dijadikan Pemakaman Bayi

Setiap bayi yang pastinya lahir adalah suci, begitulah ungkapan yang biasanya akan sering kita dengar. Di Tanah Toraja sendiri ada proses dan juga tradisi unik yaitu dimana dengan memakamkan bayi yang sudah meninggal di dalam sebuah batang pohon tarra’, pohon yang biasanya dianggap suci oleh kalangan masyarakat di suku Tana Toraja. Tapi hal ini hanya dilakukan khusus bayi yang berusia dibawah 6 bulan saja, yang dimakamkan di sini. Mereka sendiri beranggapan bahwa nantinya bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi merupakan sebuah bayi yang masih dalam keadaan suci sehingga nantinya hak tersebut perlu dikembalikan kepada rahim ibunya. Masyarakat sana percaya dengan cara memasukkannya ke dalam batang pohon tarra’.

Kerik Gigi- Mentawai

Setiap wanita pasti menginginkan dirinya cantik. Tapi bagi wanita yang ada di suku Mentawai, kecantikan tersebut tentu juga mereka harus siap berkorban untuk melewati rasa sakit. Salah satunya adalah dengan proses kerik gigi yang dilakukan oleh masyarakat sana tanpa menggunakan alat bius, dan biasanya hal tersebut dilakukan oleh pimpinan adat. Adapun dalam filosofi acar adat kerik gigi tersebut ini dengan memodifikasi gigi layaknya seperti hiu. Tradisi ini menggambarkan sebagai pengantar jiwa Gadis Mentawai menuju kedamaian. Pesona kecantikan Gadis Mentawai nantinya akan muncul dari keyakinan mereka bahwa untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan, keinginan jiwa juga harus sejalan dengan bentuk tubuh.

Itulah beberapa tradisi ekstrim yang ada di indonesia, banyak sekali tradisi unik yang belum kita ketahui tersimpan asri di berbagai suku. Tradisi unik dan ekstrim tersebut mempunyai makna dan juga filosofi yang berguna untuk suku tersebut. Jika ingin mengetahui info dan tradisi-tradisi unik lainya bisa mengecek artikel kami yang lain, semoga informasi ini berguna. Sampai jumpa.

Keunikan Tradisi & Budaya Khas Indonesia

Indonesia sendiri memiliki banyak sekali tradisi dan juga budaya dari berbagai macam suku yang ada di indonesia. Ada banyak sekali suku yang ada di indonesia ini. Tradisi Di Indonesia juga tidak hanya banyak namun sangat unik juga, begitu juga dengan banyaknya tempat-tempat wisata-wisata nya yang begitu indah dan juga kuliner di Indonesia yang beragam.

Keunikan Tradisi & Budaya Indonesia

Untuk anda yang sedang mencari rekomendasi tempat liburan artikel di bawah ini juga dapat anda gunakan untuk mengunjung keunikan dna juga tradisi yang ada di indonesia. Berikut ini keunikan dan tradisi khas Indonesia.

Makepung – Bali

Makepung dalam bahasa Indonesia sendiri berarti adalah Balapan Kerbau. Tradisi ini juga bukan sebagai salah satu upacara peringatan pada sebuah perayaan tertentu. Pada awalnya, juga tradisi ini merupakan sebuah permainan yang biasanya dimainkan oleh para petani yang biasanya dilakukan di sela-sela sebuah kegiatan membajak sawah saat musim panen tiba. Semakin berkembang dan juga semakin diminati oleh banyaknya kalangan juga membuat kegiatan iseng-iseng ini menjadi salah satu dari sebuah atraksi dan juga budaya di Bali yang juga cukup menarik sebagai salah satu yang menjadi perhatian para turis khususnya untuk para turis asing, yang hingga kini masih sangat menyukai tradisi Makepung yang dilakukan rutin sebagai salah satu agenda tahunan wisata di Bali.

Debus – Banten

Debus sendiri merupakan sebuah kesenian bela diri yang tujuannya adalah untuk menunjukkan sebuah kemampuan manusia yang luar biasa. Tradisi satu ini juga bisa dikatakan salah satu tradisi yang sangat ekstrim karena tradisi ini mempertunjukkan bagaimana nantinya para pelaku debus memiliki sebuah kemampuan untuk dapat kebal dari berbagai macam senjata tajam, kebal juga terhadap air keras, dan juga segala kemampuan lainnya yang cukup menantang dan juga menaikkan adrenalin untuk siapa saja yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Meskipun debus sendiri dinilai sebagai sesuatu yang ekstrim, Debus hingga kini tetap dapat diperbolehkan dilakukan untuk sebuah kepentingan kebudayaan atau biasanya dilakukan pada upacara adat.

Karapan Sapi – Madura

Bermula dari saat Madura sendir mengalami sebuah kekeringan tanah yang kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian, kini masyarakat Madura juga beralih profesi menjadi seorang nelayan di daerah pesisir dan juga beternak sapi. Upacara ini juga rutin digelar pada setiap tahun biasanya upacara ini dilakukan pada bulan Agustus atau juga bulan September. Karapan sapi sendiri sekarang merupakan sebuah ajang pesta rakyat dan juga sebuah tradisi yang prestise bahkan dianggap sebagai salah satu tradisi yang bisa menaikkan sebuah status sosial seseorang. Karapan Sapi sendiri dilaksanakan setelah masyarakat Madura biasanya sukses menuai hasil panen padi ataupun juga tembakau.

Kasada Bromo

Upacara Kasada sendiri merupakan sebuah upacara persembahan sesajen yang di peruntukan untuk Sang Hyang Widhi yang dilakukan pada setiap bulan Kasada atau hari ke-14 yang di lakukan di gunung Bromo. Upacara ini juga merupakan sebuah bentuk dari rasa syukur masyarakat asli Tengger sekaligus juga sebagai salah satu media untuk meminta panen yang melimpah dan juga meminta sebuah kesembuhan untuk segala macam penyakit yang ada di wilayah tersebut.

Ritual Tiwah – Kalimantan

Ritual ini juga dapat dipercaya dan juga dilaksanakan biasanya oleh masyarakat suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya di lakukan oleh suku Dayak yang menganut kepercayaan Kaharingan. Tradisi ini juga merupakan sebuah ritual yang bertujuan untuk dapat menghantarkan roh leluhur nantinya ke alam baka dengan cara mensucikannya lalu memindahkan kembali sisa jasad mereka dari liang kubur ke sebuah tempat yang masyarakat dikenal dengan sebutan sandung.

Kebo Keboan – Banyuwangi

Tradisi ini yang biasanya rutin diadakan dalam sekali dalam satu tahun tepatnya adalah pada tanggal 10 Suro ini biasanya diadakan di Desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi. Ritual ini juga merupakan dari salah satu gabungan antara upacara dan juga upacara untuk meminta hujan yang biasanya dilakukan pada saat baytungawi mengalami musim kemarau. Atau biasanya upacara ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk rasa syukur masyarakat karena hasil panen yang berlimpah untuk mereka.

Mapasilaga Tedong – Toraja

Mapasilaga Tedong yang artinya dalam bahasa Indonesia sendiri berarti adalah Adu Kerbau. Kerbau yang diajukan dalam tradisi ini sendiri bukan sembarang kerbau melainkan sebuah kerbau Bule atau yang dikenal juga dengan sebutan kerbau lumpur. Kedua kerbau ini nantinya akan saling beradu sebuah kekuatan dengan menggunakan tanduk untuk menjatuhkan lawannya satu sama lain. Tradisi ini juga biasanya dilaksanakan dalam rangka pemakaman para leluhur atau juga para petinggi masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Pasola – Sumba

Tradisi yang satu ini juga merupakan sebagian dari sebuah serangkaian upacara tradisional yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Sumba biasanya tradisi ini sendiri rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Februari atau pun juga Maret. Tujuan dari pelaksanaan dan juga tradisi unik ini adalah bertujuan untuk memohon restu para dewa agar nantinya hasil panen tahun tersebut dapat berhasil. Pasola sumba sendiri juga merupakan sebuah tradisi ‘perang-perangan’ yang biasanya dilakukan oleh dua kelompok dengan berkuda yang akan terdiri lebih dari 100 orang pada kelompoknya. Mereka nantinya akan menggunakan sebuah senjata berupa tombak yang berbahan kayu dengan diameter sekitar 1.5 cm.

Dugderan – Semarang

Upacara Dugderan sendiri merupakan sebuah tradisi yang biasanya diadakan di Semarang yang rutin dilaksanakan biasanya pada 1 hari sebelum bulan puasa tiba. Dugderan sendiri biasanya akan melewati sebuah pasar rakyat yang biasanya dimulai satu minggu sebelum acara Dugderan sendiri berlangsung. Ciri khas jika diadakannya ritual ini adalah adanya warak ngendok yang biasanya sejenis binatang rekaan yang biasa berupa hewan bertubuh kambing namun berkepala naga, dan mempunyai emas.

Tabuik – Pariaman

Perayaan ini juga merupakan tradisi asli dari Pariaman yang biasanya dilaksanakan dalam rangka memperingati Asyura, tradisi ini biasanya dilakukan masyarakat Minangkabau yang biasanya dilakukan di daerah pantai Sumatera Barat. Tabuik sendiri adalah istilah yang biasanya digunakan untuk mengusung jenazah yang akan dibawa selama proses upacara. Upacara ini juga akan melabuhkan tabuik ke laut dan biasanya selalu dilakukan rutin setiap tahunnya di tanggal 10 Muharram sejak 1831.

Itulah beberapa tradisi unik dan juga kebudayaan yang ada di indonesia. Kita sebagai orang indonesia sudah sepatutnya bangga dengan berbagai macam tradisi yang kita miliki. Tradisi ini sebagai salah satu ciri khas kebudayaan suatu daerah yang sudah sepatunya juga kita jaga, agar tradisi ini tetap dapat dinikmati hingga nanti untuk anak cucu kita. Selain itu tradis-tradisi di atas juga dapat digunakan sebagai salah satu wisata yang bisa menjadi nilai tersendiri untuk para wisatawan nantinya. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah informasi dan juga wawasan anda. Terimakasih.